Ringkasan Bab Pertumbuhan dan Perkembangan Makhluk Hidup Kelas XI Semester 2

 


1. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan: Proses penambahan ukuran dan jumlah sel, yang bersifat kuantitatif dan dapat diukur, misalnya tinggi tanaman atau berat badan.

Perkembangan: Proses perubahan bentuk dan fungsi sel menuju kedewasaan, yang bersifat kualitatif dan tidak dapat diukur dengan angka.

2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan

Faktor Internal:

Genetik: Sifat bawaan dari orang tua yang mempengaruhi karakteristik individu.

Hormon: Zat kimia yang mengatur proses pertumbuhan dan perkembangan, seperti auksin, giberelin, sitokinin pada tumbuhan dan hormon pertumbuhan pada hewan.

Faktor Eksternal:

Nutrisi: Zat makanan yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan.

Cahaya: Berperan dalam proses fotosintesis pada tumbuhan.

Air dan Mineral: Diperlukan untuk berbagai proses metabolisme.

Suhu: Memengaruhi laju reaksi kimia dalam tubuh.

3. Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan

Tahap Pertumbuhan Tumbuhan:

Perkecambahan: Proses awal pertumbuhan biji menjadi tanaman baru.

Tahap Imbibisi: Penyerapan air oleh biji.

Pembelahan dan Perkembangan Sel: Aktivasi sel dan enzim untuk memulai pertumbuhan.

Emergensi Plumula dan Radikula: Plumula (bakal daun) dan radikula (bakal akar) muncul dari biji.

Pertumbuhan Primer: Pertumbuhan memanjang pada akar dan batang yang disebabkan oleh aktivitas meristem apikal.

Pertumbuhan Sekunder: Pertumbuhan yang meningkatkan diameter batang dan akar yang disebabkan oleh aktivitas kambium.

Hormon Tumbuhan:

Auksin: Mengatur pertumbuhan sel, fototropisme, dan gravitropisme.

Giberelin: Merangsang pemanjangan batang, perkecambahan, dan pembungaan.

Sitokinin: Mempengaruhi pembelahan sel dan pertumbuhan tunas.

Asam Absisat (ABA): Menghambat pertumbuhan dan merangsang dormansi biji.

Etilen: Mengatur pematangan buah dan respon terhadap stres.

4. Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan

Tahap Pertumbuhan Hewan:

Perkembangan Embrionik: Proses perkembangan dari zigot menjadi embrio.

Fertilisasi: Penyatuan sel telur dan sperma membentuk zigot.

Kleavage: Pembelahan zigot tanpa pertumbuhan yang menghasilkan morula.

Gastrulasi: Pembentukan tiga lapisan germinal (ektoderm, mesoderm, endoderm).

Organogenesis: Pembentukan organ-organ tubuh dari lapisan germinal.

Perkembangan Pascaembrionik: Proses perkembangan setelah kelahiran atau penetasan.

Metamorfosis: Perubahan bentuk tubuh pada beberapa hewan, seperti katak dan serangga.

Pertumbuhan Postnatal: Pertumbuhan dan perkembangan setelah kelahiran.

Hormon Hewan:

Hormon Pertumbuhan (GH): Merangsang pertumbuhan tulang dan jaringan lainnya.

Tiroksin: Mengatur metabolisme dan pertumbuhan.

Insulin: Mengatur kadar glukosa darah dan mempengaruhi pertumbuhan.

Testosteron dan Estrogen: Mengatur perkembangan karakteristik seksual sekunder.

5. Pola Pertumbuhan dan Perkembangan

Pola Pertumbuhan Tumbuhan:

Pertumbuhan Anisotropik: Pertumbuhan yang tidak merata di semua bagian, seperti pemanjangan batang.

Pertumbuhan Isotropik: Pertumbuhan yang merata di semua arah, seperti pembesaran buah.

Pola Pertumbuhan Hewan:

Pertumbuhan Allometrik: Pertumbuhan yang berbeda di berbagai bagian tubuh.

Pertumbuhan Isometrik: Pertumbuhan yang proporsional di semua bagian tubuh.

6. Pengukuran Pertumbuhan

Pada Tumbuhan: Tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun.

Pada Hewan: Berat badan, panjang tubuh, ukuran organ.

7. Gangguan Pertumbuhan dan Perkembangan

Pada Tumbuhan: Defisiensi nutrisi, infeksi patogen, kondisi lingkungan yang ekstrem.

Pada Hewan: Kelainan genetik, kekurangan gizi, penyakit, gangguan hormonal.

Dengan memahami pertumbuhan dan perkembangan, kita dapat lebih mengerti bagaimana organisme tumbuh dan berkembang serta faktor-faktor yang mempengaruhi proses ini.


Komentar